Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Meta, Snap, dan Roblox Perkuat Perlindungan Anak di Inggris, TikTok dan YouTube Disorot

Meta, Snap, dan Roblox Perkuat Perlindungan Anak di Inggris, TikTok dan YouTube Disorot
Ilustrasi: Anak bermain gadget.

SUARANASIONAL.ID — Platform digital besar seperti Meta, Snap, dan Roblox mulai memperketat sistem keamanan bagi pengguna anak dan remaja di Inggris. Langkah ini dilakukan setelah regulator komunikasi Inggris menilai perlindungan terhadap anak di ruang digital masih belum maksimal.

Kantor Komunikasi Inggris Raya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghubungi sejumlah perusahaan teknologi sejak Maret 2026. Surat elektronik dikirim kepada Facebook, Instagram, Roblox, Snap, TikTok, dan YouTube menyusul hasil studi yang dilakukan pada akhir 2025.

Dalam penelitian tersebut, regulator menemukan bahwa berbagai platform daring masih kurang optimal dalam mencegah potensi pelecehan maupun eksploitasi seksual terhadap anak-anak.

Regulator Inggris minta platform lebih tegas

Berdasarkan Undang-Undang Keamanan Daring yang berlaku di Inggris, perusahaan teknologi diminta mengambil langkah nyata untuk melindungi pengguna usia muda dari ancaman di internet.

Menanggapi permintaan itu, Snap menyatakan siap menerapkan pengaturan otomatis yang mencegah anak-anak berinteraksi dengan orang dewasa yang tidak dikenal melalui platform mereka.

Selain itu, Snap juga tidak lagi merekomendasikan pengguna muda untuk memperluas jaringan pertemanan dengan orang asing.

Perusahaan tersebut bahkan menyiapkan sistem verifikasi usia yang disebut sebagai “jaminan usia yang sangat efektif” untuk seluruh pengguna di Inggris pada musim panas tahun ini.

Sistem itu diklaim mampu mengenali pengguna yang masih berusia di bawah 18 tahun, sekaligus otomatis mengaktifkan fitur perlindungan tambahan pada akun mereka.

Meta tambah fitur keamanan di Instagram dan Facebook

Meta sebagai induk Facebook dan Instagram juga menyampaikan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan keamanan remaja di platform mereka.

Salah satunya adalah fitur yang secara otomatis menyembunyikan daftar pengikut dan akun yang diikuti oleh pengguna remaja di Instagram.

Tak hanya itu, Meta juga tengah menyiapkan teknologi kecerdasan buatan baru yang dirancang mendeteksi percakapan bernuansa seksual antara orang dewasa dan remaja di fitur pesan langsung atau DM Instagram.

Apabila ditemukan pelanggaran serius, Meta menyatakan akan melaporkan akun terkait kepada lembaga perlindungan anak National Center for Missing & Exploited Children.

Perusahaan tersebut juga memperluas fitur pengendalian konten sensitif “13+ movie style” dari Instagram ke Facebook. Dengan begitu, konten yang muncul pada akun remaja akan lebih disesuaikan dengan batas usia mereka.

Roblox perketat verifikasi usia pengguna

Platform gim Roblox turut menjadi sorotan karena sebelumnya beberapa kali dikaitkan dengan kasus eksploitasi seksual terhadap anak.

Sebagai respons, Roblox berjanji memperkuat sistem verifikasi usia agar rekomendasi gim yang muncul sesuai dengan kelompok umur pengguna.

Roblox juga akan memberi akses kepada orang tua pengguna di bawah usia 16 tahun untuk menonaktifkan fitur percakapan secara penuh.

Sebelumnya, Roblox telah meluncurkan sistem verifikasi usia yang membatasi interaksi pengguna dengan kelompok usia berbeda. Namun, sistem itu ternyata masih bisa disiasati sebagian anak dengan cara sederhana, seperti menggambar kumis dan kerutan pada wajah mereka agar tampak lebih tua.

TikTok dan YouTube belum lakukan perubahan besar

Berbeda dengan Meta, Snap, dan Roblox, regulator Inggris menyebut TikTok serta YouTube belum menunjukkan komitmen signifikan terkait peningkatan perlindungan anak.

Kedua platform tersebut menilai sistem keamanan yang dimiliki saat ini sudah cukup aman bagi pengguna usia muda.

YouTube sendiri menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan para ahli keselamatan anak demi memastikan pengalaman penggunaan yang sesuai usia.

Penggunaan media sosial anak di bawah umur jadi perhatian

Dalam laporan terbarunya, Kantor Komunikasi Inggris Raya juga menyoroti tingginya penggunaan media sosial oleh anak-anak yang sebenarnya belum memenuhi syarat usia minimum.

Hasil penelitian menunjukkan sembilan dari 10 anak berusia 8 hingga 12 tahun menggunakan layanan digital yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi pengguna berusia 13 tahun ke atas.

Temuan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah Inggris sebagai bagian dari pembahasan terkait kemungkinan penerapan larangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Pemerintah Inggris sebelumnya, pada Januari lalu, mengungkapkan tengah mempertimbangkan aturan batas usia minimum penggunaan media sosial, mengikuti kebijakan Australia yang mulai diterapkan sejak Desember 2025.

lgopro99