Komitmen PT Kalimantan Prima Persada dalam Memperkuat Praktik Pembelajaran Inovatif dan Inklusif Guru di Kabupaten Tapin
Tapin, 19 Desember 2025 – PT Kalimantan Prima Persada (KPP) Site RANT menutup rangkaian Program CSR Bakti Bina Karsa melalui kegiatan Closing Ceremony yang diselenggarakan secara luring di Kabupaten Tapin. Program ini merupakan wujud komitmen KPP dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan kapasitas guru, yang dilaksanakan berkolaborasi dengan GuruInovatif.id sebagai mitra pelaksana pendidikan.
Program Bakti Bina Karsa dilaksanakan sejak 4 Desember 2025 dengan melibatkan 100 guru dari 50 satuan pendidikan jenjang TK dan SD di Kabupaten Tapin. Selama pelaksanaan, para guru mengikuti rangkaian pelatihan, pendampingan intensif, pelaksanaan proyek mini berbasis kelas, serta kompetisi guru yang dirancang untuk mendorong penerapan langsung praktik pembelajaran inovatif dan inklusif di ruang kelas.
Melalui program ini, KPP mengarahkan inisiatif CSR pendidikan tidak hanya pada aspek pelatihan, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan dan penguatan praktik nyata di kelas. Bersama GuruInovatif.id, program dirancang dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), integrasi literasi dan numerasi, serta pengembangan strategi pembelajaran inklusif bagi peserta didik dengan kebutuhan beragam, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa peningkatan kompetensi guru berdampak langsung pada kualitas proses belajar siswa.
Dampak program tercermin dari hasil evaluasi berbasis asesmen awal dan akhir. Rata-rata nilai post-test peserta meningkat sebesar 20,5 persen, dari 58,6 persen menjadi 79,1 persen, dengan rata-rata peningkatan kompetensi guru mencapai 20,44 persen. Capaian ini menunjukkan efektivitas pendekatan CSR pendidikan KPP yang berfokus pada perubahan praktik, bukan sekadar peningkatan pengetahuan.
Peningkatan kompetensi paling signifikan terlihat pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis deep learning, mengintegrasikan literasi dan numerasi secara kontekstual, serta menyesuaikan strategi pembelajaran yang inklusif. Guru mulai menerapkan diferensiasi pembelajaran dan mengembangkan proyek kelas yang relevan dengan konteks dan kebutuhan peserta didik.
Hasil nyata program juga terdokumentasi melalui proyek mini dan karya peserta dalam kompetisi guru. Karya-karya tersebut merepresentasikan praktik pembelajaran inovatif yang telah diterapkan di kelas dan berpotensi direplikasi di satuan pendidikan lain sebagai praktik baik.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Akhmad, S.Sos., M.AP., serta Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Perlindungan, dan Pengendalian Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal GTKPG, Dr. Meliyanti, S.Kom., M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Meliyanti menilai Program CSR Bakti Bina Karsa sebagai contoh kolaborasi lintas sektor yang efektif antara dunia industri, mitra pendidikan, dan pemerintah dalam memperkuat kapasitas guru daerah. Menurutnya, pendekatan CSR KPP yang mengombinasikan pelatihan dan pendampingan mampu menghasilkan dampak pembelajaran yang lebih berkelanjutan.
Melalui Program CSR Bakti Bina Karsa, PT Kalimantan Prima Persada (KPP) Site RANT menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. Dampak program diharapkan terus berlanjut melalui penerapan praktik pembelajaran di kelas, penguatan budaya reflektif guru, serta penyebaran praktik baik di lingkungan sekolah dan komunitas pendidikan di Kabupaten Tapin.
(ADV)

