BYD Bawa Teknologi Dual Mode ke Indonesia, M6 DM Jadi Mobil Hybrid Pertama dengan Sistem EV-Hybrid
![]() |
| BYD Bawa Teknologi Dual Mode ke Indonesia, M6 DM Jadi Mobil Hybrid Pertama dengan Sistem EV-Hybrid |
SUARANASIONAL.ID — Produsen otomotif asal China, BYD, resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) di pasar Indonesia. Teknologi yang menggabungkan sistem kendaraan listrik dan hybrid tersebut langsung debut melalui model BYD M6 DM.
Kehadiran teknologi DM menjadi langkah baru BYD dalam memperluas pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) di Tanah Air. Sistem ini dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih fleksibel, nyaman, sekaligus efisien dari sisi biaya penggunaan.
BYD menilai kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi kini semakin berkembang. Tidak hanya soal efisiensi energi, tetapi juga fleksibilitas mobilitas untuk berbagai kebutuhan perjalanan sehari-hari.
BYD fokus menghadirkan teknologi elektrifikasi yang lebih luas
Vice President of BYD Co., Ltd sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan industri otomotif global saat ini tengah memasuki era transformasi besar menuju kendaraan energi baru.
Menurutnya, perubahan struktur energi dunia, tantangan lingkungan, hingga kebutuhan mobilitas masyarakat menjadi alasan penting bagi BYD untuk menghadirkan teknologi yang mudah diakses lebih banyak konsumen.
"Karena itu, melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, yang mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia. Kami percaya kehadiran teknologi ini akan mencatatkan sejarah baru dalam percepatan NEV di Indonesia,” ujar Liu Xueliang, saat peluncuran DM di Jakarta, dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Perjalanan teknologi DM milik BYD
Teknologi Dual Mode pertama kali dikenalkan BYD pada 2008 lewat generasi awal DM 1.0. Saat itu, sistem hybrid tersebut dirancang dengan menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal dalam satu sistem terintegrasi.
Seiring perkembangan teknologi, BYD terus menyempurnakan sistem DM melalui beberapa generasi. Pengembangannya difokuskan pada peningkatan efisiensi energi, performa berkendara, hingga integrasi elektrifikasi yang semakin canggih.
Kini, BYD menghadirkan DM 5.0 yang diperkenalkan pada 2024. Generasi terbaru ini mengusung pendekatan electric-first atau berorientasi pada pengalaman berkendara ala mobil listrik, dengan sistem yang lebih pintar dan efisiensi energi lebih tinggi.
BYD mulai masuk pasar hybrid di Indonesia
Selama ini, BYD bersama sub-brand premiumnya, Denza, dikenal memasarkan mobil listrik murni di Indonesia. Masuknya teknologi DM menandai langkah baru BYD dalam meramaikan segmen mobil hybrid nasional.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut teknologi Dual Mode menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
"Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui teknologi DM,” ujar Eagle Zhao.
Tiga jenis teknologi Dual Mode BYD
BYD menghadirkan beberapa karakter teknologi dalam sistem Dual Mode untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna kendaraan.
DM-i atau Dual Mode Intelligent difokuskan pada efisiensi energi dan kenyamanan berkendara harian. Dalam sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama sehingga pengalaman berkendara terasa lebih halus, responsif, dan minim suara, terutama untuk penggunaan di perkotaan.
Selain itu, terdapat DM-p atau Dual Mode Powerful yang dikembangkan untuk menghadirkan performa lebih tinggi. Kombinasi motor listrik dan mesin pembakaran dioptimalkan agar menghasilkan akselerasi lebih cepat serta karakter berkendara yang lebih agresif.
Sementara itu, BYD juga memperkenalkan DMO atau Dual Mode Off-road yang dirancang khusus untuk kebutuhan medan jalan lebih berat. Teknologi ini diklaim mampu memberikan kestabilan tenaga, torsi lebih kuat, serta adaptasi kendaraan yang lebih optimal di berbagai kondisi jalan.
Klaim efisiensi hingga 65 km per liter
Melalui teknologi DM, BYD mencoba menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
Dalam salah satu pengujian internal perusahaan, sistem BYD DM disebut mampu menempuh jarak lebih dari 1.800 kilometer dengan kombinasi baterai penuh dan bahan bakar penuh.
Tak hanya itu, konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 65 kilometer per liter. Angka tersebut disebut lebih dari 60 persen lebih hemat dibanding kendaraan keluarga bermesin bensin 1.500 cc yang umum digunakan di Indonesia.
