Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Detik-detik Astronot Artemis II Melihat Semesta dari Orion, Pengakuannya Bikin Merinding!

Detik-detik Astronot Artemis II Melihat Semesta dari Orion, Pengakuannya Bikin Merinding!
Astronot Artemis II Melihat Semesta dari Orion

SUARANASIONAL.ID — Empat astronot yang menjalankan misi Artemis II mengungkapkan pengalaman luar biasa saat menyaksikan keindahan alam semesta langsung dari kapsul Orion. Pemandangan yang mereka lihat bahkan disebut sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Pilot misi, Victor Glover, menyampaikan langsung kepada tim di Bumi bahwa panorama luar angkasa yang tersaji di hadapan mereka melampaui kemampuan bahasa manusia untuk menggambarkannya.

Dalam komunikasi yang berlangsung emosional, Glover sempat berseloroh mengenai keterbatasan manusia dalam merangkai kata untuk menjelaskan pengalaman tersebut. Ia bahkan mengakui bahwa apa yang ia sampaikan mungkin tidak memiliki nilai ilmiah.

"Saya tahu observasi ini tidak akan memiliki nilai ilmiah, tetapi saya sangat senang kita meluncur pada 1 April, karena manusia mungkin belum berevolusi untuk melihat apa yang sedang kami lihat," ungkap Glover.

Salah satu kru lainnya juga menyampaikan kekaguman serupa. Ia mengaku kesulitan menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang mereka saksikan dari jendela kapsul.

"Ini benar-benar spektakuler, surealis... tidak ada kata sifat, saya harus menciptakan beberapa kata baru. Benar-benar tidak ada kata-kata untuk menggambarkan apa yang kami lihat di luar jendela ini," ujarnya.

Dalam momen tersebut, Glover juga sempat melihat objek berwarna jingga kemerahan di kejauhan. Setelah dikonfirmasi oleh pusat kendali, objek itu diduga merupakan Planet Mars.

Tim kendali misi kemudian menilai momen ini sebagai kesempatan penting untuk melihat ke arah masa depan eksplorasi manusia di luar angkasa, termasuk kemungkinan perjalanan menuju Mars.

"Ini adalah kesempatan bagus untuk menatap masa depan, ke mana tujuan kita selanjutnya," tutur pihak kendali misi.

Fenomena gerhana dan cahaya Bumi

Salah satu momen paling mengesankan yang dialami kru Artemis II adalah saat mereka menyaksikan gerhana matahari dari luar angkasa. Glover menggambarkan fenomena tersebut layaknya adegan dalam film fiksi ilmiah.

"Ini terus terasa tidak nyata. Matahari telah hilang di balik Bulan dan korona masih terlihat, sangat terang dan menciptakan halo di hampir seluruh bagian Bulan. Namun saat Anda melihat ke sisi Bumi, itu adalah cahaya Bumi yang sudah terpancar," jelas Glover.

Ia juga menyoroti kontras visual yang sangat dramatis antara Bumi, Bulan, dan kegelapan ruang angkasa.

"Bumi begitu terang di luar sana dan Bulan seolah menggantung di depan kami. Orb hitam di depan kami sekarang, bukan kegelapan tetapi abu-abu yang menyatu dan melayang ke dalam kegelapan. Kami bisa melihat bintang dan planet di belakangnya."

Fenomena lain yang turut diamati adalah Earth shine, yakni cahaya Matahari yang dipantulkan Bumi ke permukaan Bulan, menciptakan efek pencahayaan unik yang jarang disaksikan manusia secara langsung.

Kerja sama tim di antariksa

Selama fase gerhana yang berlangsung sekitar 35 menit, kru Artemis II dibagi menjadi dua kelompok kerja. Satu tim bertugas mengamati langsung melalui jendela kapsul, sementara tim lainnya fokus mendukung dari dalam kabin.

Petugas sains misi Artemis, Angela Garcia, menjelaskan bahwa tim kabin mengoperasikan berbagai sensor serta kamera canggih milik NASA guna mendokumentasikan fenomena yang terjadi.

Meski sempat mengalami gangguan komunikasi berupa hilangnya sinyal selama sekitar lima menit, data dan pengamatan para astronot tetap berhasil dikirimkan ke tim di Bumi.

Setelah koneksi kembali normal, keempat astronot melanjutkan tugas mereka dengan mendokumentasikan berbagai fenomena luar biasa yang jarang, bahkan hampir tidak pernah, disaksikan manusia dalam beberapa dekade terakhir.

Pengalaman ini tidak hanya menjadi catatan penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa, tetapi juga membuka perspektif baru tentang betapa luas dan menakjubkannya alam semesta yang selama ini hanya bisa dibayangkan dari Bumi.

Orion88