Sinyal Baru Washington, Menlu AS Sebut Siap Dialog dengan Korea Utara
![]() |
| Sinyal Baru Washington, Menlu AS Sebut Siap Dialog dengan Korea Utara |
SUARANASIONAL.ID — Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tetap membuka peluang komunikasi dengan berbagai negara yang memiliki relasi tegang dengan Negeri Paman Sam, termasuk Korea Utara.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu (26/2/2026), Rubio menyebut pemerintahannya tidak pernah menutup pintu diplomasi. Ia memastikan bahwa Amerika Serikat siap berbicara dengan pejabat dari negara mana pun yang ingin menyampaikan informasi ataupun pandangan mereka.
Menurut Rubio, keterbukaan tersebut merupakan bagian dari komitmen kebijakan luar negeri AS untuk tetap mendengar perspektif global, terlepas dari perbedaan ideologi maupun latar belakang politik.
“Amerika Serikat selalu bersiap untuk berbicara dengan pejabat dari pemerintah mana pun yang memiliki informasi atau sudut pandang untuk dibagikan kepada kami,” ujar Rubio yang dilansir kantor berita Anadolu, Kamis (27/2/2026).
Diplomasi tetap terbuka meski hubungan tegang
Rubio menambahkan bahwa pendekatan diplomasi tidak hanya berlaku pada satu negara tertentu. Ia menyebut sejumlah negara yang selama ini berada dalam radar kebijakan luar negeri Washington.
“Entah itu seseorang di Kuba, potensi suatu hari nanti seseorang di Korea Utara, atau saat ini seseorang di Iran, kami selalu terbuka untuk mendengarkan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintahan AS di bawah kepemimpinan saat ini masih memprioritaskan jalur komunikasi sebagai opsi strategis dalam meredakan ketegangan global.
Hal ini penting mengingat hubungan Washington dengan beberapa negara tersebut kerap mengalami pasang surut, terutama terkait isu nuklir, sanksi ekonomi, hingga stabilitas kawasan.
Sinyal dari Pyongyang: Bola di tangan Washington
Pernyataan Rubio muncul di tengah situasi yang belum sepenuhnya jelas antara Washington dan Pyongyang. Beberapa waktu sebelumnya, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyampaikan pesan yang menempatkan tanggung jawab diplomasi di pihak Amerika Serikat.
Dalam pidatonya pada Kongres ke-9 Partai Buruh Korea, Kim menegaskan bahwa arah hubungan kedua negara sangat bergantung pada sikap Washington ke depan.
“masa depan hubungan AS-Korea Utara sepenuhnya bergantung pada sikap Amerika Serikat.”
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Pyongyang menunggu langkah konkret dari AS sebelum menentukan arah kebijakan luar negeri mereka berikutnya.
Arah kebijakan luar negeri AS
Pernyataan Rubio menunjukkan bahwa Washington ingin tetap menjaga ruang komunikasi terbuka, meskipun di saat yang sama ketegangan politik dan keamanan masih membayangi. Sikap ini juga bisa dibaca sebagai upaya meredam potensi eskalasi di kawasan Asia Timur.
Dengan diplomasi sebagai salah satu instrumen utama, AS tampaknya berupaya menjaga stabilitas global sembari mempertahankan kepentingan strategisnya.
Kini, perhatian dunia tertuju pada langkah berikutnya dari kedua belah pihak: apakah pernyataan terbuka ini akan berlanjut pada pertemuan konkret, atau hanya menjadi sinyal politik di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
