Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Mantan Bupati Mempawah Ria Norsan Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi Anggaran Jalan

Mantan Bupati Mempawah Ria Norsan Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi Anggaran Jalan
Mantan Bupati Mempawah Ria Norsan Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi Anggaran Jalan.

SUARANASIONAL.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Bupati Mempawah yang kini menjabat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Ria Norsan dipanggil KPK untuk menjelaskan terkait usulan anggaran proyek jalan yang diduga sarat penyimpangan. Kasus ini disebut berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan penyidik tengah menelusuri mekanisme usulan anggaran hingga pencairannya.

"Saksi mantan bupati, mantan wakil bupati dan juga PNS di Kabupaten Mempawah didalami terkait dengan pengusulan anggaran, karena kan proyek ini terkait dengan DAK TUD di Kabupaten Mempawah," jelas Budi, Jumat (28/8/2025).

Selain Ria Norsan, penyidik juga memeriksa mantan Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, serta sejumlah PNS yang diyakini mengetahui proses perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.

"Nah kita akan melihat itu pengusulannya seperti apa, mekanismenya pencairan seperti apa, teknis pengusulan awalnya seperti apa, dari HPS awal sampai dengan nanti realisasinya berapa. Nah itu masih terus di dalami," ungkapnya.

Budi menegaskan, kesaksian para pejabat yang pernah menjabat di Mempawah sangat penting untuk mengungkap dugaan praktik rasuah yang terjadi di Dinas PUPR.

"Sehingga memang dibutuhkan keterangan dari pihak-pihak yang juga mengetahui prosesnya, yaitu mantan Bupati Mempawah pada saat era pembangunan, Wakil Bupati dan juga PNS di Kabupaten Mempawah yang memang mengetahui terkait dengan mekanisme penganggaran di Kabupaten Mempawah," tambahnya.

KPK telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan setelah melakukan penggeledahan di 16 titik pada 25–29 April 2025. Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik dari beberapa kantor dan rumah.

Mantan Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyatakan detail lokasi penyitaan belum dipublikasikan secara lengkap.

"Belum dijelaskan secara detail ya untuk lokasi-lokasi mana saja tetapi ada kantor dan rumah, beberapa kantor dan rumah," tuturnya.