Kapan Waktu Terbaik Makan Telur? Pagi Hari atau Setelah Olahraga Ternyata Beda Manfaat
![]() |
| Telur dapat menjadi sumber protein untuk sarapan maupun menu setelah berolahraga. (Dok. Ist) |
SUARANASIONAL.ID — Telur bisa dikonsumsi kapan saja, tetapi waktu terbaik makan telur dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, mulai dari menjaga berat badan hingga mendukung pembentukan massa otot.
Dikutip dari Verywell Health, tidak ada waktu tertentu yang secara mutlak paling baik untuk mengonsumsi telur. Namun, sarapan dengan telur dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan menjaga rasa kenyang, sementara konsumsi setelah olahraga lebih sesuai bagi orang yang ingin mendukung proses pembentukan otot.
Makan telur pagi hari bantu kenyang lebih lama
Telur menjadi pilihan sarapan karena kandungan proteinnya cukup tinggi. Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 6,28 gram protein.
Protein dicerna lebih lambat dibandingkan sejumlah zat gizi lainnya sehingga dapat membantu rasa kenyang bertahan hingga waktu makan berikutnya. Efek ini juga dapat membantu mengurangi rasa lapar pada pagi hari.
Mengonsumsi telur saat sarapan dapat menjadi salah satu cara membagi asupan protein sepanjang hari. Cara memasaknya tidak mengubah jumlah protein yang terkandung di dalam telur.
Proses perebusan juga dapat membuat protein telur lebih mudah diserap tubuh, terutama pada orang lanjut usia. Karena itu, telur rebus bisa menjadi salah satu pilihan untuk menu pagi.
Setelah olahraga lebih cocok untuk tujuan membangun otot
Jika tujuan utama mengonsumsi telur adalah mendukung pembentukan massa otot, waktu setelah olahraga dapat menjadi pilihan. Protein yang dikonsumsi setelah latihan dapat mendukung sintesis protein otot, yaitu proses pembentukan jaringan otot.
Telur juga menyediakan nutrisi lain melalui bagian kuningnya, termasuk lemak sehat yang berperan dalam berbagai proses tubuh. Untuk mendukung sintesis protein otot, telur utuh dinilai memberikan manfaat lebih besar dibandingkan hanya putih telur dengan jumlah protein yang sama.
Artinya, tidak selalu perlu memisahkan kuning telur jika tujuan konsumsi adalah mendukung pemulihan dan pembentukan otot setelah latihan.
Telur juga bisa membantu menjaga berat badan
Kandungan protein membuat telur dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga berat badan. Satu telur berukuran besar mengandung sekitar 72 kalori.
Dalam sebuah penelitian, orang dengan berat badan berlebih atau obesitas yang menjadikan telur sebagai menu sarapan melaporkan rasa lapar dan keinginan makan yang lebih rendah. Mereka juga mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari dibandingkan kelompok yang mengonsumsi sarapan tinggi karbohidrat.
Selain tinggi protein, telur termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat.
Bagi orang yang ingin mengurangi asupan kalori tetapi tetap memperoleh protein, putih telur dapat menjadi alternatif. Bagian ini mengandung sekitar setengah kalori telur utuh dan tetap menyediakan protein dalam jumlah tinggi.
Cara mengolah telur tetap perlu diperhatikan
Selain menentukan waktu makan, keamanan saat menyimpan dan mengolah telur juga penting. Telur sebaiknya disimpan di lemari pendingin dan dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan.
Dengan demikian, waktu terbaik makan telur sebenarnya bergantung pada kebutuhan. Sarapan telur dapat membantu memenuhi protein dan menjaga kenyang, sedangkan konsumsi setelah olahraga dapat mendukung proses sintesis protein otot.
