Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Bank of America Naikkan Proyeksi Tesla Jelang Laporan Keuangan, Robotaxi Jadi Sorotan Utama

Bank of America Naikkan Proyeksi Tesla Jelang Laporan Keuangan, Robotaxi Jadi Sorotan Utama
Bank of America Naikkan Proyeksi Tesla Jelang Laporan Keuangan, Robotaxi Jadi Sorotan Utama

SUARANASIONAL.ID — Bank of America meningkatkan proyeksi bisnis Tesla menjelang publikasi laporan keuangan kuartal II 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli. Revisi tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme terhadap prospek perusahaan, terutama setelah kinerja pengiriman kendaraan melampaui ekspektasi pasar.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi CEO Tesla Elon Musk, perhatian pelaku pasar kini lebih tertuju pada arah pertumbuhan perusahaan dibandingkan perkembangan bisnis lain miliknya. Investor menilai laporan keuangan terbaru akan menjadi penentu apakah berbagai proyek ambisius Tesla mulai memberikan hasil nyata.

Bank of America revisi proyeksi Tesla

Bank of America memutuskan menaikkan estimasi kinerja Tesla untuk periode 2026 hingga 2028 setelah perusahaan mencatat pengiriman kendaraan yang lebih baik dari perkiraan.

Lembaga keuangan tersebut tetap mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga saham sebesar US$460. Nilai itu masih menunjukkan potensi kenaikan sekitar 17,6 persen dibanding harga penutupan saham Tesla pada 17 Juli yang berada di level US$391,06.

Dalam revisinya, estimasi pendapatan Tesla tahun 2026 dinaikkan menjadi US$107,8 miliar dari sebelumnya US$103,4 miliar. Proyeksi pendapatan 2027 juga meningkat menjadi US$126,2 miliar dari US$120,4 miliar, sedangkan estimasi 2028 direvisi menjadi US$144 miliar dari US$137,2 miliar.

Tidak hanya pendapatan, proyeksi laba per saham (EPS) juga mengalami kenaikan. Bank of America kini memperkirakan EPS mencapai US$2,13 pada 2026, US$2,71 pada 2027, dan US$3,39 pada 2028. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 7 persen, 4 persen, dan 4 persen dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Perubahan itu menunjukkan keyakinan Bank of America bahwa pemulihan Tesla mulai terlihat, didorong oleh peningkatan pengiriman kendaraan dan ekspansi layanan robotaxi.

Untuk proyeksi kuartalan, perusahaan investasi tersebut memperkirakan EPS yang disesuaikan mencapai US$0,51 pada kuartal II, meningkat menjadi US$0,54 pada kuartal III, lalu US$0,68 pada kuartal IV.

Selain bisnis kendaraan listrik, Bank of America juga menilai Tesla mulai memasuki fase awal monetisasi dari robotaxi, Full Self-Driving (FSD), robot humanoid Optimus, hingga bisnis penyimpanan energi.

Robotaxi menjadi perhatian investor

Menurut analis Bank of America, layanan robotaxi menjadi faktor yang paling berpotensi mendorong pertumbuhan Tesla dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini layanan tersebut telah beroperasi di lima pasar utama setelah ekspansi ke Miami pada 3 Juli. Di sisi lain, empat wilayah tambahan masih dipersiapkan untuk peluncuran berikutnya.

Meski demikian, Tesla belum memenuhi target awal untuk hadir di sembilan kota pada semester pertama 2026. Hingga batas waktu tersebut, perusahaan baru berhasil menjangkau lima pasar.

Bank of America juga mencatat bahwa layanan robotaxi di San Francisco masih menggunakan pengemudi pengawas atau safety driver. Hal ini menunjukkan tingkat otomatisasi layanan belum sepenuhnya sama di seluruh wilayah operasional.

Di Texas, armada robotaxi berkembang cukup cepat. Dalam waktu sekitar satu bulan, jumlah kendaraan meningkat menjadi 175 unit atau bertambah lebih dari 100 kendaraan.

Investor diperkirakan akan terus mengamati apakah laju ekspansi tersebut dapat dipertahankan ketika Tesla memperluas jangkauan operasionalnya.

Hingga pertengahan Juni, terdapat 22 insiden yang dilaporkan terkait robotaxi Tesla. Namun, seluruh kejadian tersebut tidak menyebabkan korban luka serius maupun korban jiwa.

Meski demikian, angka tersebut belum dapat dibandingkan secara langsung dengan Waymo yang telah mencatat sekitar 2.000 insiden dalam lebih dari 200 juta mil perjalanan.

Kajian Bank of America juga menunjukkan tarif robotaxi Tesla di San Francisco sekitar 21 persen lebih murah dibandingkan Waymo, Uber, maupun Lyft.

Namun, waktu tunggu kendaraan Tesla masih sekitar tiga hingga empat kali lebih lama. Kondisi itu dapat menunjukkan tingginya permintaan dibandingkan pasokan, tetapi juga mengindikasikan armada, cakupan layanan, atau sistem distribusi kendaraan yang masih terbatas.

Pengiriman kendaraan melampaui ekspektasi

Salah satu faktor yang mendorong optimisme terhadap Tesla berasal dari hasil pengiriman kendaraan pada kuartal II 2026.

Perusahaan melaporkan sekitar 480.000 unit kendaraan berhasil dikirimkan kepada pelanggan. Jumlah tersebut sekitar 18 persen lebih tinggi dibandingkan konsensus analis yang memperkirakan sekitar 406.000 unit.

Secara tahunan, angka pengiriman juga meningkat sekitar 25 persen.

Bank of America membandingkan hasil tersebut dengan pertumbuhan global kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang diperkirakan hanya sekitar 15 persen. Berdasarkan perhitungan tersebut, Tesla dinilai berhasil meningkatkan pangsa pasar global BEV sekitar 95 basis poin.

Di Amerika Serikat, pangsa pasar kendaraan listrik Tesla juga naik menjadi 46,1 persen atau meningkat sekitar 50 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Bank of America, posisi tersebut berpotensi bertahan karena sejumlah produsen otomotif mulai mengurangi produksi kendaraan listrik dengan margin keuntungan yang rendah.

Selain itu, peningkatan pengiriman kendaraan tidak lagi didorong oleh pemotongan harga besar-besaran seperti yang sebelumnya kerap dilakukan Tesla, meskipun harga jual kendaraan masih berada di bawah level tertinggi pada 2022.

Optimus dan bisnis energi ikut menopang prospek

Selain robotaxi, Bank of America menilai pengembangan robot humanoid Optimus menjadi salah satu pendorong prospek jangka panjang Tesla.

Dalam paparan kinerja kuartal I, Elon Musk bahkan menyatakan:

"Saya pikir Optimus akan menjadi produk terbesar kami, bukan hanya produk terbesar Tesla sepanjang sejarah, tetapi mungkin produk terbesar yang pernah ada."

Tesla berencana memulai produksi awal Optimus di pabrik Fremont pada akhir Juli atau Agustus. Sementara itu, produksi di fasilitas Texas diperkirakan dimulai pada 2027.

Bank of America memperkirakan peningkatan kapasitas produksi akan berlangsung secara bertahap sehingga volume yang benar-benar besar kemungkinan baru tercapai setelah periode tersebut.

Di sisi lain, kerja sama Megapack berkapasitas 25 GWh dengan NatPower turut memperkuat prospek bisnis penyimpanan energi yang dinilai sudah memasuki tahap pertumbuhan lebih matang.

Valuasi Tesla masih bergantung pada asumsi jangka panjang

Meski menaikkan target harga saham Tesla menjadi US$460, Bank of America mengakui valuasi perusahaan tidak lagi hanya bergantung pada bisnis kendaraan listrik.

Penilaian tersebut menggabungkan valuasi bisnis otomotif dengan model arus kas terdiskonto (DCF) hingga tahun 2040 untuk robotaxi, Full Self-Driving (FSD), Optimus, serta bisnis penyimpanan energi.

Dalam model tersebut, Bank of America menggunakan asumsi weighted average cost of capital (WACC) sebesar 10,2 persen dan tingkat pertumbuhan terminal 4,5 persen untuk robotaxi.

Untuk FSD, asumsi yang digunakan meliputi pertumbuhan kendaraan jangka panjang sebesar 4 persen, pertumbuhan langganan tahunan 3 persen, serta peluang pasar internasional yang dianggap setara dengan pasar Amerika Serikat.

Sementara itu, proyeksi Optimus menggunakan asumsi penetrasi sebesar 40 persen di sektor manufaktur Amerika Serikat dan 35 persen pada rumah tangga di negara tersebut.

Adapun bisnis energi dimodelkan menggunakan WACC sebesar 11,2 persen dengan tingkat pertumbuhan terminal 3 persen.

Karena proyeksi DCF diperpanjang hingga 2040, target harga saham Tesla dinilai semakin sulit diverifikasi. Terlebih lagi, Bank of America tidak mengungkapkan rincian nilai masing-masing komponen dalam metode penilaian sum of the parts (SOTP).

Di sisi operasional, proyeksi yang disusun juga belum sepenuhnya mencerminkan optimisme pada valuasi saham.

Margin Tesla diperkirakan naik dari 4,6 persen pada 2025 menjadi 8,2 persen pada 2028. Namun, angka tersebut masih berada di bawah margin yang pernah dicapai perusahaan pada 2024.

Selain itu, Bank of America memperkirakan arus kas bebas Tesla berubah dari surplus sebesar US$6,2 miliar pada 2025 menjadi defisit US$10,3 miliar pada 2026 dan diproyeksikan tetap berada di zona negatif hingga 2028.

teslatoto