Balas Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer Amerika di Bahrain dan Yordania
![]() |
| Balas Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer Amerika di Bahrain dan Yordania |
SUARANASIONAL.ID — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Aksi tersebut disebut sebagai balasan atas rangkaian serangan Washington yang berlangsung selama lebih dari lima jam.
Langkah balasan itu dilakukan tidak lama setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang serangan malam ketiga secara berturut-turut terhadap target-target di wilayah Iran.
AS klaim serang sejumlah target militer Iran
CENTCOM menyatakan operasi militernya berhasil menghantam berbagai sasaran militer yang berada di sejumlah wilayah Iran.
Lokasi yang disebut menjadi target meliputi Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, hingga Bandar Abbas. Serangan tersebut disertai laporan mengenai ledakan besar yang terjadi di beberapa daerah.
Iran serang fasilitas militer AS
Sebagai respons, IRGC meluncurkan rudal yang diarahkan ke beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Sasaran yang disebutkan meliputi gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, hingga markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Bahrain.
“Serangan ini merupakan tanggapan terhadap konfrontasi tadi malam di Selat Hormuz,”
Pernyataan IRGC tersebut, sebagaimana dilansir RT, juga menegaskan bahwa “operasi pembalasan” terhadap serangan AS terbaru “masih berlangsung.”
IRGC sampaikan pesan kepada rakyat Yordania
Selain menyerang fasilitas militer Amerika Serikat, IRGC juga mengeluarkan pernyataan yang ditujukan kepada masyarakat Yordania.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut telah menyerang sebuah pangkalan udara yang digunakan militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran.
“Anda tahu bahwa kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara Anda; sebaliknya, kami sangat mencintai Anda, rakyat yang mulia. Anda memahami rasa sakit dan penderitaan rakyat Palestina lebih baik daripada bangsa lain mana pun, dan Anda menyadari kejahatan rezim Zionis (Israel),” kata IRGC.
Trump laporkan operasi militer kepada Kongres
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyampaikan pemberitahuan kepada Kongres terkait rencana melanjutkan serangan yang disebut sebagai operasi "defensif" terhadap Iran.
Informasi tersebut tercantum dalam surat bertanggal Jumat yang diperoleh New York Times, Politico, dan sejumlah media lainnya.
Gedung Putih berpendapat bahwa pemberitahuan tersebut memberikan tenggat waktu baru selama 60 hari bagi pemerintah sebelum harus memperoleh persetujuan dari Kongres.
Klaim AS terkait Selat Hormuz
Trump juga menyatakan bahwa Washington telah "mengambil alih" Selat Hormuz, jalur pelayaran yang memiliki peran penting terhadap distribusi energi dunia.
Ia mengklaim Amerika Serikat akan mengenakan biaya sebesar 20 persen kepada kapal atas seluruh muatan yang dikirim sebagai imbalan perlindungan. Selain itu, Washington disebut akan kembali menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran serta melarang kapal milik Iran maupun kapal pelanggan Iran melintasi jalur tersebut.
