Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi

Simulasi 100 ribu tumbukan menunjukkan komet dari luar angkasa sulit membawa bahan pembentuk kehidupan ke Bumi.

ilustrasi komet yang melintas di luar angkasa
Ilustrasi komet yang melintas di ruang angkasa yang disebut berpotensi membawa bahan kimia ke planet lain. (Dok. Canva)

SUARANASIONAL.ID — Dugaan bahwa bahan awal kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa melalui komet ternyata tidak mudah dibuktikan.

Penelitian terbaru dari ilmuwan Universitas Cambridge menunjukkan peluang komet membawa bahan kimia pembentuk kehidupan hingga ke permukaan Bumi sangat kecil.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah para peneliti menjalankan 100 ribu simulasi tumbukan komet dengan Bumi untuk melihat apakah bahan kimia yang dibawanya bisa bertahan dalam perjalanan hingga mencapai permukaan planet.

Selama lebih dari satu abad, para ilmuwan telah mempertimbangkan kemungkinan bahwa kehidupan di Bumi bermula dari bahan kimia yang datang dari luar angkasa.

Salah satu benda langit yang diduga membawa bahan tersebut adalah komet karena mengandung hidrogen sianida (HCN), yaitu molekul yang dapat berperan dalam pembentukan berbagai bahan penting bagi kehidupan, termasuk lemak, gula, dan penyusun DNA.

Namun, keberadaan bahan kimia tersebut di dalam komet belum menjamin semuanya bisa sampai ke Bumi dalam kondisi yang masih dapat digunakan.

Komet harus melewati atmosfer, menghadapi panas akibat tumbukan, kemudian membawa cukup banyak bahan kimia ke permukaan agar proses pembentukan kehidupan bisa berlangsung.

Hasil 100 ribu simulasi tumbukan komet

Untuk menguji kemungkinan tersebut, tim peneliti Universitas Cambridge membuat 100 ribu skenario simulasi yang menggambarkan kondisi Bumi pada masa awal pembentukannya.

Pada periode tersebut, Bumi diperkirakan mengalami banyak tumbukan komet.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa dalam 54 persen skenario, tidak ada satu pun komet yang berhasil membawa hidrogen sianida dalam jumlah cukup untuk mendukung proses awal pembentukan kehidupan.

Kegagalan itu bisa terjadi karena komet hancur ketika memasuki atmosfer, bahan kimianya rusak akibat panas saat menghantam permukaan, atau jatuh ke laut sehingga kandungan kimianya terlalu encer.

Sementara itu, dalam 46 persen skenario lainnya, setidaknya ada satu komet yang berhasil mencapai permukaan dengan membawa bahan kimia dalam jumlah memadai.

Meski begitu, keberhasilan tersebut belum berarti bahan kimia yang dibawa komet bisa langsung berkembang menjadi kehidupan.

Waktu yang tersedia untuk memulai proses kimia tersebut ternyata sangat terbatas karena bahan yang tersisa dapat segera mengalami pengenceran atau perubahan setelah tumbukan.

Peluang keberhasilan dinilai sangat kecil

Richard Anslow, pemimpin penelitian tersebut, mengatakan hasil simulasi menunjukkan bahwa teori komet sebagai pembawa bahan awal kehidupan menghadapi tantangan besar.

"Gagasan ini memang terdengar indah, tetapi hasil kami menunjukkan kemungkinannya sangat kecil," ujar Richard Anslow, dikutip Pewarta.co.id dari Science Alert, Jumat (30/10/2026).

Menurut Anslow, komet harus menghantam Bumi dengan kecepatan dan sudut yang tepat agar bahan kimia di dalamnya tidak hancur.

"Ini harus benar-benar menjadi peristiwa langka, satu dari sejuta. Komet harus menabrak dengan kecepatan dan sudut yang tepat persis, lalu lingkungan sesudahnya harus sempurna agar zat itu berkembang menjadi kehidupan," katanya.

Artinya, bukan sekadar keberadaan komet yang menentukan keberhasilan pengiriman bahan kimia dari luar angkasa.

Kecepatan tumbukan, sudut kedatangan, serta kondisi lingkungan setelah komet menghantam permukaan Bumi juga memiliki peran penting.

Mars lebih berpeluang menerima bahan dari komet

Hal menarik lainnya dari penelitian ini adalah perbandingan kemungkinan pengiriman bahan kimia melalui komet ke planet lain.

Hasil simulasi menunjukkan Mars justru memiliki peluang sekitar lima kali lebih besar dibandingkan Bumi untuk menerima bahan kimia dari komet.

Salah satu penyebabnya adalah atmosfer Mars yang lebih tipis sehingga komet memiliki peluang lebih besar mencapai permukaan tanpa hancur terlebih dahulu.

Kecepatan tumbukan komet di Mars yang lebih rendah dibandingkan di Bumi juga membantu bahan kimia di dalamnya bertahan.

Sebaliknya, Venus memiliki kondisi yang jauh berbeda.

Atmosfer Venus yang sangat tebal membuat sebagian besar komet berisiko hancur sebelum mencapai permukaan planet tersebut.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa kondisi atmosfer dan kecepatan tumbukan dapat memengaruhi peluang sebuah planet menerima bahan kimia dari luar angkasa.

Apakah kehidupan di Bumi benar-benar berasal dari luar angkasa?

Meski hasil penelitian menunjukkan peluang pengiriman bahan kimia melalui komet sangat kecil, para peneliti tidak menyimpulkan bahwa kehidupan di Bumi mustahil memiliki asal-usul dari luar angkasa.

Penelitian tersebut hanya menunjukkan bahwa proses pengiriman bahan pembentuk kehidupan melalui komet jauh lebih sulit dan jarang terjadi daripada perkiraan sebelumnya.

Dengan kata lain, temuan ini belum sepenuhnya menggugurkan teori bahwa material dari luar angkasa ikut berperan dalam munculnya kehidupan di Bumi.

Masih ada kemungkinan bahwa bahan pembentuk kehidupan berasal dari proses kimia alami yang berlangsung di Bumi sendiri atau melalui mekanisme lain.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa perjalanan bahan kimia dari luar angkasa hingga menjadi bagian dari proses pembentukan kehidupan bukanlah sesuatu yang sederhana.

Selain harus dibawa oleh komet, bahan tersebut juga perlu bertahan dari panas tumbukan dan menemukan kondisi lingkungan yang tepat agar reaksi kimia dapat berlangsung.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai asal-usul kehidupan di Bumi masih menjadi persoalan ilmiah yang membutuhkan penelitian lebih lanjut.

angkasa17

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Suara Nasional
Redaksi Suara Nasional
Portal berita Indonesia terbaru viral 2026, update terkini hari ini dari regional hingga nasional. Bagian dari ekosistem media digital Pewarta Network

BERITA TERBARU

  • Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi
  • Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi
  • Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi
  • Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi
  • Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi
  • Ilmuwan Ungkap Komet dari Luar Angkasa Sulit Membawa Bahan Pembentuk Kehidupan ke Bumi