Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

6 Cara Jaga Hidrasi Tubuh Saat Cuaca Panas, Bukan Cuma Minum Air Putih

makanan dan minuman untuk menjaga hidrasi tubuh saat cuaca panas
Konsumsi makanan tinggi air dan sumber elektrolit alami dapat membantu menjaga hidrasi tubuh saat cuaca panas. (Dok. Ist)

SUARANASIONAL.ID — Cuaca panas membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat. Karena itu, menjaga hidrasi tidak cukup hanya dengan memperbanyak minum, tetapi juga dapat dilakukan melalui pilihan makanan dan minuman yang membantu memenuhi kebutuhan cairan serta elektrolit.

Ahli gizi yang fokus pada kesehatan usus, Farzanah Nasser, membagikan sejumlah cara untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dan terasa lebih sejuk ketika suhu udara meningkat.

1. Pilih makanan dengan kandungan air tinggi

Ketika berkeringat, tubuh kehilangan cairan yang perlu segera digantikan. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, dehidrasi dapat menyebabkan sulit berkonsentrasi, kelelahan mental, sakit kepala, mudah marah hingga mengantuk.

Sekitar seperlima kebutuhan cairan harian sebenarnya dapat berasal dari makanan. Mentimun menjadi salah satu pilihan dengan kandungan air sekitar 96 persen, disusul tomat sekitar 95 persen dan anggur lebih dari 80 persen.

Stroberi, melon, jamur, jeruk, serta berbagai jenis beri juga dapat menjadi pilihan. Selain mengandung air, makanan tersebut relatif rendah kalori serta menyediakan vitamin dan serat.

2. Jangan lupakan elektrolit

Keringat tidak hanya membawa cairan keluar dari tubuh, tetapi juga elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Mineral tersebut berperan dalam keseimbangan cairan, fungsi saraf, kontraksi otot, tekanan darah, serta tingkat energi.

Alih-alih selalu mengandalkan bubuk elektrolit, Nasser menyarankan sumber alami dari makanan. Air kelapa mengandung kalium, magnesium, dan natrium, sementara alpukat, pisang, serta tomat menyediakan kalium dan magnesium.

Kacang-kacangan juga dapat menjadi sumber kalsium. Asupan magnesium turut penting, terutama bagi orang yang mudah mengalami kram otot.

3. Perbanyak makanan kaya antioksidan

Pilihan makanan tertentu juga dapat memberikan perlindungan alami terhadap efek paparan sinar ultraviolet (UV). Semangka, misalnya, mengandung likopen yang merupakan antioksidan dan dapat membantu menetralkan radikal bebas akibat paparan UV.

Teh hijau juga mengandung polifenol yang memiliki efek serupa. Namun, konsumsi makanan atau minuman tersebut tidak menggantikan fungsi tabir surya dalam melindungi kulit dari sinar UV.

Semangka dapat dikonsumsi sebagai camilan atau campuran salad, sedangkan teh hijau bisa dinikmati dalam kondisi dingin maupun hangat.

4. Pilih makanan sederhana dalam porsi kecil

Memasak dalam waktu lama bisa terasa kurang nyaman ketika suhu sedang tinggi. Karena itu, makanan ringan dengan proses pengolahan sederhana dapat menjadi pilihan.

Kacang arab kalengan, quinoa, lentil, ikan kalengan, dan tahu dapat dipadukan dengan mentimun, tomat, serta sayuran berdaun hijau. Bahan seperti zaitun, tomat kering, artichoke, dan buah bit yang telah dimasak juga dapat disimpan di lemari pendingin agar mudah digunakan.

Makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering juga dapat menjadi pilihan ketika cuaca sangat panas.

5. Teh mint bisa memberi sensasi sejuk

Mint dapat memberikan sensasi dingin di mulut berkat kandungan mentol. Senyawa tersebut mengaktifkan reseptor yang mendeteksi rasa dingin sehingga tubuh menerima sensasi yang mirip dengan ketika bersentuhan dengan sesuatu yang dingin.

Penelitian menunjukkan bahwa mentol bekerja seperti memicu "termometer" kecil pada tubuh yang biasanya merespons suhu dingin. Karena itu, teh mint dapat menjadi salah satu pilihan minuman ketika ingin mendapatkan sensasi menyegarkan.

6. Minuman panas juga punya peran

Minum sesuatu yang panas saat cuaca terik memang terdengar tidak biasa. Namun, minuman panas dapat mendorong tubuh untuk berkeringat, sedangkan keringat merupakan salah satu mekanisme alami tubuh dalam menurunkan suhu.

Sensasi panas dari makanan juga dapat memicu respons serupa. Capsaicin dalam makanan pedas serta isothiocyanate yang terdapat pada mustard dan lobak pedas dapat memengaruhi sistem saraf sehingga tubuh memicu keluarnya keringat.

Dengan demikian, menjaga hidrasi saat cuaca panas dapat dilakukan melalui kombinasi asupan cairan, makanan tinggi kandungan air, serta sumber elektrolit alami. Pilihan makanan yang menyegarkan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus membuat tubuh lebih nyaman menghadapi suhu tinggi.

mpo555