OJK Optimistis Penghimpunan Dana Pasar Modal 2026 Capai Rp250 Triliun, Realisasi Sudah Tembus Rp125,74 Triliun
![]() |
| OJK optimistis target penghimpunan dana pasar modal 2026 sebesar Rp250 triliun dapat tercapai seiring pipeline IPO dan rights issue yang masih berjalan. (Dok. Ist) |
SUARANASIONAL.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini target penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp250 triliun sepanjang 2026 masih berada di jalur yang tepat. Keyakinan tersebut tetap dipertahankan meski dinamika pasar keuangan global masih menghadirkan berbagai tantangan.
Hingga pertengahan tahun, realisasi penghimpunan dana telah mencapai lebih dari separuh target yang ditetapkan. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi kinerja pasar modal nasional hingga akhir 2026.
Realisasi penghimpunan dana sudah mencapai Rp125,74 triliun
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan, berdasarkan data hingga 30 Juni 2026, total dana yang berhasil dihimpun melalui pasar modal Indonesia tercatat sebesar Rp125,74 triliun.
"Target penghimpunan dana secara keseluruhan di pasar modal pada tahun 2026 adalah sebesar Rp250 triliun. Data per 30 Juni 2026 menunjukkan total nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia mencapai Rp125,74 triliun," kata Hasan dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juli 2026, dikutip Kamis (30/7/2026).
Menurut Hasan, peluang pencapaian target hingga akhir tahun masih terbuka lebar. Hal itu terlihat dari masih tingginya minat perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan.
Pipeline IPO dan rights issue masih berlanjut
OJK mencatat, hingga 20 Juli 2026 masih terdapat sejumlah aksi korporasi yang sedang diproses. Rinciannya meliputi tiga penawaran umum perdana saham (IPO), dua aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue/PUT) dengan potensi nilai emisi maksimal Rp6,73 triliun, serta empat penerbitan obligasi dan sukuk yang memiliki nilai emisi hingga Rp5,25 triliun.
Keberadaan pipeline tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas penghimpunan dana di pasar modal masih terus berlangsung dan berpotensi menambah capaian hingga penghujung tahun.
OJK fokus memperkuat kualitas pasar modal
Meski mengejar target penghimpunan dana, OJK menegaskan perhatian regulator tidak hanya tertuju pada besarnya nilai dana yang berhasil dikumpulkan.
Hasan menjelaskan bahwa reformasi pasar modal yang sedang dijalankan difokuskan pada penguatan fondasi industri. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas pasar, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, penegakan hukum, hingga perluasan basis investor.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga pasar modal Indonesia semakin kredibel dan memiliki daya saing sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.
"Dengan pondasi yang semakin kuat tersebut, kami meyakini penghimpunan dana melalui pasar modal Indonesia tidak hanya dapat terus tumbuh, tetapi juga berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Hasan.
