Tpz6TpCiGfz9BSd6BUMlGUA5Gd==

Indonesia Darurat Judi Online, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Indonesia Darurat Judi Online, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Ilustrasi. Indonesia Darurat Judi Online, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

SuaraNasional.id - Judi online telah menjadi masalah serius di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terdapat lebih dari 1.000 situs judi online yang beroperasi di Indonesia.

Situs-situs tersebut menawarkan berbagai macam permainan judi, mulai dari taruhan olahraga, casino, hingga slot online.

Maraknya judi online di Indonesia menimbulkan berbagai dampak negatif. Di antaranya adalah:

Kerugian ekonomi. Judi online dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat. Masyarakat yang kecanduan judi online dapat menghabiskan banyak uang untuk bermain judi, sehingga dapat mengganggu keuangan keluarga mereka.

Kerusakan moral. Judi online dapat merusak moral masyarakat. Masyarakat yang kecanduan judi online dapat menjadi malas bekerja dan mengabaikan tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Tingginya angka kriminalitas. Judi online dapat meningkatkan angka kriminalitas. Masyarakat yang kecanduan judi online dapat melakukan tindak kriminal untuk mendapatkan uang untuk bermain judi.

Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk memberantas judi online. Upaya yang telah dilakukan antara lain adalah:

Memblokir situs-situs judi online. Kominfo telah memblokir jutaan konten judi online dari internet. Namun, konten-konten serupa masih terus bermunculan.

Menangkap pelaku judi online. Kepolisian telah menangkap sejumlah pelaku judi online, termasuk bandar judi, pemain judi, dan penyedia jasa layanan judi online.

Meningkatkan kesadaran masyarakat. Pemerintah melalui berbagai instansi terkait telah melakukan sosialisasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online.

Baca juga: Reaksi Menkominfo Saat Tahu Pegawainya Ada yang Main Judi Slot Online

Namun, upaya-upaya tersebut belum berhasil secara maksimal. Judi online masih marak di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

Teknologi yang semakin canggih. Teknologi yang semakin canggih membuat situs-situs judi online semakin sulit untuk diblokir.

Kurang tegasnya penegakan hukum. Hukuman yang diberikan kepada pelaku judi online masih dianggap kurang tegas, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

Kurangnya kesadaran masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya judi online.

Untuk memberantas judi online secara efektif, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta.

Pemerintah harus meningkatkan upayanya untuk memberantas judi online, baik dari sisi pencegahan maupun penegakan hukum.

Sedangkan masyarakat juga harus meningkatkan kesadarannya tentang bahaya judi online.

Sementara bagi pihak swasta harus berperan aktif dalam memberantas judi online, misalnya dengan tidak mempromosikan situs-situs judi online.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam upaya peredaran memberantas judi online.

Wilayah kewenangan pemerintah

  • Meningkatkan penegakan hukum. Hukuman yang diberikan kepada pelaku judi online harus lebih tegas dan menimbulkan efek jera.
  • Meningkatkan sosialisasi dan kampanye. Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online.
  • Meningkatkan kerja sama dengan pihak swasta. Pemerintah harus bekerja sama dengan pihak swasta untuk memberantas judi online, misalnya dengan melakukan pemblokiran situs-situs judi online.

Baca juga: 5 Penyebab Situs Judi Online Sulit Diberantas, Ini Penjelasan Kominfo

Kapasitas masyarakat

  • Meningkatkan kesadaran. Masyarakat harus menyadari bahaya judi online, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat.
  • Menjaga anak-anak dari bahaya judi online. Orang tua harus menjaga anak-anak mereka dari bahaya judi online, misalnya dengan membatasi akses anak-anak mereka ke internet.
  • Menjadi contoh yang baik. Masyarakat harus menjadi contoh yang baik dalam hal menghindari judi online.

Upaya pihak swasta

  • Tidak mempromosikan situs-situs judi online. Pihak swasta, seperti perusahaan telekomunikasi, perusahaan media, dan perusahaan periklanan, harus tidak mempromosikan situs-situs judi online.
  • Membantu pemerintah dalam memberantas judi online. Pihak swasta dapat membantu pemerintah dalam memberantas judi online, misalnya dengan memberikan informasi tentang situs-situs judi online yang beroperasi.

Dengan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan judi online dapat diberantas secara efektif dan Indonesia dapat terbebas dari bahaya judi online.

Jadi, pertanyaan tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas maraknya judi online di Indonesia tidak boleh dijawab dengan cara saling menyalahkan. Yang benar, ketiga unsur di atas harus saling membantu bersinergi dalam memeranginya.

Karena waktu untuk mencari 'kambing hitam' justru akan menjadi kesempatan bagi pelaku judi online untuk terus menggencarkan aksinya.

Baca juga: Kominfo Blokir Game Higgs Domino Island, Omset Tembus Rp 2,2 Triliun per Bulan

Saat ini saja sudah banyak jenis judi online yang menelan korban, di antaranya yang lazim disebut slot online, lalu permainan Higgs Domino Island, Indobet88, hingga togel online.

Kesemua jenis di atas terus bermunculan pada platform yang berbeda-beda bahkan dengan domain baru.

Ironisnya, seolah sistem keamanan siber milik pemerintah terlihat lemah bagi pelakunya. Hal itu karena promosi judi online kerap dilakukan dengan meretas website resmi pemerintahan baik pusat maupun daerah.

Oleh karenanya, sudah waktunya semua pihak tersebut untuk bekerja sama memberantas judi online sampai ke akar-akarnya.



Tonton video berita Indonesia viral 2024 dari kanal YouTube resmi Pewarta Network.



Dapatkan berita Indonesia terbaru viral 2024, update terkini hari ini dari media online SuaraNasional.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter

close